Ubah Hobi Jadi Rupiah, Pelaku Usaha Mikro Kabupaten Malang

Gondanglegi, Kabupaten Malang – Pelaku usaha skala mikro di Gondanglegi, Kabupaten Malang, mengambil peluang bisnis dengan memanfaatkan hobi memancing untuk meraup rupiah, melalui produk metal jig atau umpan pancing berbahan baku timah.

Perajin metal jig di Gondanglegi, Kabupaten Malang, Heppy Cahyono, di Malang, Senin, mengatakan, awal mula terjun ke bisnis pembuatan umpan pancing berbahan baku timah tersebut, dari hobinya memancing di perairan Malang selatan.

Potensi untuk pengembangan bisnis metal jig, khususnya di Kabupaten Malang sesungguhnya memiliki peluang yang cukup menjanjikan, mengingat wilayah Kabupaten Malang bagian selatan memang memiliki destinasi wisata favorit bagi para pemancing yang ada di wilayah Malang Raya.

“Saya awalnya hanya coba-coba, karena saya hobi memancing. Awalnya saya membuat untuk diri saya sendiri, kemudian ada teman yang memesan, akhirnya terus menerus seperti itu,” kata Heppy kepada Antara.

Menurut Heppy, modal awal yang dikeluarkan untuk memulai usaha umpan pancing tersebut terbilang tidak mahal, namun ketekunan dan minat untuk mengerjakan produk buatan tangan tersebut menjadi salah satu kunci untuk kelangsungan usahanya.

Dengan harga satu kilogram timah hitam yang dibelinya dari pedagang barang bekas sebesar Rp35.000, Heppy bisa menyulapnya menjadi 80 umpan pancing. Harga yang ditawarkan untuk satu produk metal jig tersebut berkisar dari Rp15.000 hingga Rp60.000 per buah, tergantung dari besar dan beratnya.

Produk lokal yang dihasilkan tersebut, secara keseluruhan dikerjakan dengan menggunakan tangan, tanpa ada proses mekanisasi atau bantuan teknologi. Satu per satu metal jig yang masih mentah, dipoles dan dicat dengan ketelitian dan penuh kesabaran.

“Prosesnya manual, satu per satu. Semakin unik bentuknya akan semakin membuat orang penasaran untuk membeli dan mencoba umpan tersebut. Daya tariknya ada di bentuk dan warna,” kata Heppy.

Heppy menjelaskan, produk-produk yang dihasilkan biasanya sudah dipesan para pembeli dengan spesifikasi khusus, mulai dari bentuk, berat, hingga warnanya. Dalam beberapa waktu terakhir, warna yang diminati para pemancing adalah pink atau merah jambu, biru, dan warna-warna mencolok lainnya.

Selain menghadirkan warna yang menarik, produk buatan rumah tersebut juga ada yang dilengkapi dengan fosfor, sehingga mampu menyala dalam kegelapan. Kilau hijau dari fosfor tersebut diyakini bisa menarik ikan supaya menyambar umpan saat memancing malam hari.

Saat ini, produk yang belum banyak dilirik pelaku usaha di Kabupaten Malang tersebut setiap bulannya bisa menjual sekitar 300 buah. Pemasaran yang dilakukan melalui tempat jual beli berbasis daring atau pesanan dari toko-toko konvensional. Beberapa pesanan datang dari Jayapura, Lombok, dan berbagai wilayah yang ada di Indonesia.

“Ke depannya, saya juga ingin produk saya menembus pasar internasional, tapi untuk sementara ini di Indonesia dulu saja,” tutup Heppy. (Ant)